Panggung Festival dalang  di GOR Panatayuda.

Untuk menumbuhkan kembali tingkat apresiasi masyarakat terhadap seni Wayang Golek yang kini mulai menurun, Dewan Kesenian Karawang (DKK) menggelar Festival Dalang se-Kabupaten Karawang di outdoor Gedung Serba Guna Panatayudha. Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Hj. Heni Rochaeni, Rabu (19/8) pagi.

Menurut Ketua DKK, Hj. Yati Mulyati, SE, MP, kegiatan Festival Dalang tersebut dijadwalkan dua hari hingga Kamis (20/8) hari ini. Ada 13 orang dalang junior yang ikut ambil bagian guna memperebutkan penghargaan sebagai dalang terbaik. Sebagai nayaga atau musik pengiring diambilkan dari miliknya Dalang Eka Supriyadi.

“Juri kami datangkan dari Bandung dan dalang senior di Karawang. Kita berharap diselenggarakannya festival ini, minimal dapat membantu melestarikan kebudayaan dan nilai-nilai seni, khususnya wayang golek di Kabupaten Karawang. Termasuk meningkatkan kualitas maupun kaderisasi SDM para dalang junior. Sehingga nantinya tumbuh berkembang sebagai tenaga profesi yang handal,” ujar Yati.

Dikauinya pula, keberadaan kesenian wayang golek di bumi pangkal perjuangan yang menjadi bagian dari tanah Sunda ini, keberadaannya sudah hampir punah oleh kondisi perubahan zaman yang kian marak digempur budaya-budaya asing. Namun demikian, pada sisi lain pihaknya di DKK merasa masih punya harapan besar akan tumbuhnya kembali wayang golek di tengah masyarakat.

“Terbukti di beberapa acara hiburan yang digelar masyarakat, wayang golek tetap bisa manggung. Malah dalang-dalang senior sebagai generasi dalang sebelumnya, makin banyak dicari. Misalnya, putra dalang tersohor Karawang RH Cecep Supriyadi, yakni Eka Supriyadi sampai terpilih menjadi duta seni Indonesia melanglang buana ke berbagai belahan dunia hingga benua Eropa. Kondisi ini setidaknya melegakan kita semua sebagai pecinta seni tradisional,” tandas Yati.

Hal lain yang diungkap Yati, di antara faktor lain sebagai pengaruh menurunnya apresiasi masyarakat terhadap wayang golek, tingkat pemahaman para dalang soal padalangan, masih belum merata. Perlu ada sarana penunjang untuk meningkatkan kualitas mereka. Selain secara rutin harus digelar festival dalang, kata Yati lagi, pendidikan dan pelatihan para dalang terkait pewayangan maupun pengetahuan umum lainnya yang bersifat faktual perlu digarap. Tidak terkecuali peran pemerintah sangat penting pula keterlibatannya

Iklan

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

YM’s dkk

Januari 2019
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 23.547 hits

Top Rating

RSS dinas terkait

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Iklan